Alkisah aku dilahirkan disebuah negeri yang mempunyai budaya memakai sarung dimalam hari bagi laki-laki, dan kisah yang kutuliskan ini bukalah rekayasa melainkan hanya mendramatisir gaya bercerita.
Pada suatu malam yang biasa-biasa saja dimusim kemarau, ada seorang pemuda desaku sedang mendorong gerobak berisi jirigen air 25 Liter, di perempatan jalan desa sang pemuda berjalan dari arah timur dan berniat berbelok ke selatan dengan santainya, kebetulan penerangan di perempatan itu juga remang-remang. tak lama setelah berbelok tiba-tiba dari arah utara datang pengendara sepeda yang ugal-ugalan dengan kecepatan yang lumayan sambil berlengak-lengok, tak ayal terserempetlah sang pemuda pembawa gerobak tersebut, Tskraaakkkk ! suara terdengar.
Karena marah sang pemuda mengeluarkan umpatan Khas Suroboyoan dengan lantang dan penuh penjiwaan, sementara orang-orang disekitar perempatan itupun ikut berteriak terutama ada 2 orang ibu-ibu berteriak dengan keras, ada kemungkinan sang pemuda gerobak itu orang-orang disana meneriaki dan memaki sang pengendara motor, berselang waktu 15-20 detik sang pemuda itupun baru tersadar bahwa orang-orang disekitar situ bukan meneriaki sang pengendara motor tetapi sedang meneriaki dirinya (pembawa gerobak Red.) karena sarung yang dipakainya nyangkut dan terbawa sepeda motor itu. yang lebih ironis lagi tak ada segitiga pengaman yang menempel
Kisah Paling Lucu
Januari 20, 2010 oleh kancilgibran